Semangat Wungon Pitulasan, Sejumlah Jalan Berhasil Diaspal

TAUSIYAH - Kyai Abdul Basyir saat memberikan tausiyah dalam acara wungon di pendopo Balaidesa Klareyan

 

KLAREYAN – Kegiatan pembangunan fisik di Desa Klareyan saat ini sedang berlangsung yaitu pengaspalan jalan hampir di semua jalan/ gang di Desa Klareyan. Hal itu sejalan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 tahun 2017 yang bertemakan “Indoensia Kerja Bersama”

Demikian disampaikan ketua LPMD Desa Klareyan, Zaenuri dalam sambutan acara wungon di pendopo balaidesa Klareyan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Rabu malam (16/08).

Lebih lanjut Zaenuri menyampiakan,  pembangunan aspal jalan yang sebagian sudah selesai dikerjakan,  didanai dari Dana Desa (DD) yang dikerjakan secara swakelola oleh TPK dan PPK. “Dengan jalan yang halus, masyarakat bisa lebih senang dan nyaman melintasinya,” jelasnya.

Sementara itu dari BPD Desa Klareyan yang diwakili M. Yatim menyatakan, semangat HUT kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 hendaknya berupaya agar semangat anak-anak selaku generasi penerus bangsa  untuk lebih meningkatkan ilmu pengetahuan dan ilmu agama, supaya tidak ketinggalan dengan bangsa lain.  “Dengan llmu pengetahuan, bisa menggapai cita-cita yang tinggi dan dengan imu agama, akan dibentengi moral dan akhlaknya sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang menyesatkan dan hina,” terangnya.

Kepala Desa Klareyan, Tariyan pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada unsur lembaga desa, perangkat desa dan seluruh masyarakat  Desa Klareyan yang telah nyengkuyung adanya kegiatan wungon dalam rangka HUT RI ke-72 tahun 2017. “Ini bukti kebersamaan dan kerja bersama dari seluruh lapisan masyarakat Desa Klareyan,” kata Tariyan.

Pada kesempatan itu Kepala Desa juga menghimbau kepada warga masyarakat agar taat dan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo. Pembayaran di kantor balaidesa setiap jam kerja dan petugas siap melayani warga. “Jatuh tempo pembayaran PBB 31 September 2017,” imbuhnya.

Wungon dalam rangka HUT RI ke-72 juga dimeriahkan oleh sejumlah group rebana dari desa setempat, salah satunya adalah group rebana Hamdanul Musthofa dar anak-anak/ remaja masjid Ukhuwah islamiyah Desa Klareyan.  Para group rebana tampil sebelum acara wungon yang diisi dengan pengajian tersebut.

Kyai Abdul Basyir dari Dansari Pemalang dalam tausiyahnya menyampaikan,  makna wungon adalah bangun (Ngleler, jawa-red), yaitu dengan semangat tinggi membangun NKRI agar lebih maju, berdaulat, sejahtera, adil dan makmur.  “Semanagt membangun dalam segala aspek kehidupan,” paparnya (wan)

KEBERSAMAAN - Acara wungon dengan penuh kebersamaan di pendopo Balaidesa Klareyan
KEBERSAMAAN – Acara wungon dengan penuh kebersamaan di pendopo Balaidesa Klareyan
About AdminDesa 18 Articles
RIDHO UTOMO, S. Kom adalah anak ke Empat dari pasangan suami istri DAKIYO dan TURIYAH dari 6 bersaudara Lahir di Pemalang, 02 - Januari - 1989 Pekerjaan : Perangkat Desa Klareyan Jabatan Kaur Perencanaan. Lulus SD Negeri 05 Klareyan Pada Tahun 2001, Lulus SMP Negeri 4 Petarukan Tahun 2004, Lulus SMA Negeri 1 Ulujami Tahun 2007 dan melanjutkan S1 di STMIK WIDYA PRATAM, menikah dengan Nia Astarina, S. Pd dan sekarang dikaruniai satu anak perempuan TIARA ARUM EKA PUSPITA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*