RIDHO UTOMO, S. Kom adalah anak ke Empat dari pasangan suami istri DAKIYO dan TURIYAH dari 6 bersaudara Lahir di Pemalang, 02 - Januari - 1989 Riwayat Pekerjaan : sebelumnya bekerja di Instansi Pedidikan Menengah Atas di SMA Negeri 1 Ulujami pada Tanggal 28 Februari 2009 s.d 24 November 2018 terakhir membidangi Staf Kurikulum dan Sekarang sebagai Perangkat Desa Klareyan Jabatan Kaur Perencanaan. Lulus SD Negeri 05 Klareyan Pada Tahun 2001, Lulus SMP Negeri 4 Petarukan Tahun 2004, Lulus SMA Negeri 1 Ulujami Tahun 2007 dan melanjutkan S1 di STMIK WIDYA PRATAM, menikah dengan Nia Astarina, S. Pd dan sekarang dikaruniai satu anak perempuan TIARA ARUM EKA PUSPITA.

KLAREYAN– (Rabu, 18/7) Haji adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka. Ini adalah satu dari lima Rukun Islam, di samping Syahadat, Salat, Zakat, dan Sawm. Haji adalah pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia. Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita’ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati. Haji adalah demonstrasi solidaritas orang-orang Muslim, dan ketundukan mereka kepada Tuhan (Allah).Kata Haji berarti “berniat melakukan perjalanan”, yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat.

Kepala Desa Klareyan Kecamatan Petarukan melepas 8 Jamaah Calon Haji (JCH). Tradisi tahunan yang diselengarakan oleh pemerintah Desa Klareyan bekerjasama dengan Badan Kemakmuran Masjid Ukhuwah Islamiyah (BKM-UI) Petarukan itu dilangsungkan di masjid Ukhuwah Islamiyah (Masjid UI) desa setempat, Sabtu malam (18/07).

Kepala Desa Klareyan, Tariyan menyatakan, acara penglepasan JCH dirintis antara pengurus masjid UI dengan Pemerintah Desa Klareyan sejak tahun 2008. Hingga sekarang sudah 10 tahun berjalan dan pihaknya berharap bisa eksis terlaksana dengan baik. “Ini bisa dijadikan ajang silaturrahmi sekaligus berpamitan dan meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dilaksanakan,” jelasnya.

Dia mengatakan, penglepasan 8 JCH asal Desa Klareyan juga sebagai sarana untuk saling mendoakan, diaman bagi JCH yang akan bertolak ke tanah suci menunaikan rukun Islam yang kelima didoakan oleh warga agar diberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan dari awal hingga kembali pulang ke tanah air. Sebaliknya warga maupun kepala desa juga minta didoakan agar diberikan desa yang makmur, sejahtera dan dijauhkan dari segala marabahaya.

“Minta tolong kepada bapak/ ibu nanti setelah sampai disana jangan lupa doakan agar Desa Klareyan menjadi desa yang sejahtera baldatun toyyibatun warobun ghofur,” pinta Tariyan.

Salah satu perwakilan dari JCH kusnandar dalam sambutanya mengatakan pihaknya meminta doa kepada masyarakat desa klareyan semoga berangkat selamat pulang juga selamat.

Iring-iringan 8 JCH yang berpamitan dengan warga dengan cara bersalaman terus memutar mengelilingi serambi masjid yang cukup luas. Sesekali ada seorang JCH yang meneteskan air mata saat berpelukan sambil bersalaman kepada warga. Keduanya saling mendoakan untuk keselamatan dan kesehatan masing-masing.

8 JCH itu, lanjutnya, masing-masing adalah Agus salim bin hj bisri abdul ghoni, wasiati bt waryono, karsem bt samu, Kusnandar bin surip, sri sayektining utami bt hj sudaryo, Hartoyo bin hj ahmad sutaryo, suryatmi bt harjo sukarto, 8 wajem bin ramli. Setelah mengikuti penglepasan, 8 JCH bertolak ke pendopo kabupaten untuk mengikuti penglepasan tingkat Kabupaten Pemalang dengan diantar oleh saudara atau sanak familinya selanjutnya akan bertolak ke asrama haji Donohudan untuk terbang melalui bandar udara Adi Soemarmo Solo, semoga ke delapan calon jamah haji menjadi Haji yang mabrur fi dunya wal akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *