RIDHO UTOMO, S. Kom adalah anak ke Empat dari pasangan suami istri DAKIYO dan TURIYAH dari 6 bersaudara Lahir di Pemalang, 02 - Januari - 1989 Riwayat Pekerjaan : sebelumnya bekerja di Instansi Pedidikan Menengah Atas di SMA Negeri 1 Ulujami pada Tanggal 28 Februari 2009 s.d 24 November 2018 terakhir membidangi Staf Kurikulum dan Sekarang sebagai Perangkat Desa Klareyan Jabatan Kaur Perencanaan. Lulus SD Negeri 05 Klareyan Pada Tahun 2001, Lulus SMP Negeri 4 Petarukan Tahun 2004, Lulus SMA Negeri 1 Ulujami Tahun 2007 dan melanjutkan S1 di STMIK WIDYA PRATAM, menikah dengan Nia Astarina, S. Pd dan sekarang dikaruniai satu anak perempuan TIARA ARUM EKA PUSPITA.

KLAREYAN– Mesin Penetas Telur adalah sebuah alat yang membantu proses penetasan telur. Cara kerja mesin atau alat ini melalui proses pengeraman tanpa induk dengan menggunakan sebuah lampu pijar berdaya 5 watt. Mesin ini dilengkapi dengan sistem rak berputar yang berfungsi untuk meratakan proses pemanasan telur agar bisa menetas secara maksimal. Umumnya mesin ini hanya dapat digunakan untuk menetaskan telur unggas seperti telur ayam, bebek, puyuh, mentok. Dilengkapi dengan alat pengatur suhu yang disebut dengan thermostat. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini membantu Kelompok Tani Ternak meningkatkan nilai tambah.

Untuk menunjang hal tersebut BAPPEDA provinsi Jawa Tengah melaksanakan agenda pelatihan penggunaan Mesin Tetas Telur dengan sistem Conveyor yang diikuti oleh 2 Kelompok Tani Ternak (KTT) yaitu KTT Ampera desa klareyan Kecamtan Petarukan dan KTT Sarwosasi desa sarwodadi kecamatan comal dimana setiap Kelompok Tani Ternak mengirimkan 15 anggotanya dilaksanakan pada hari kamis tanggal 12 Juli 2018 di pendopo pemerintah desa klareyan kecamatan petarukan kabupaten pemalang.

Kepala BAPPEDA provinsi Jawa Tengah yang diwakilkan oleh ibu Eni Suryani dalam sambutanya menekankan pentingnya pelatihan ini supaya dalam mewujudkan Pangan Nasional. Sedangkan Kepala Pertanian Kabupaten Pemalang Ir. Joni sangat mendukung pelatihan ini. Pihaknya mendorong Kelompok Tani Ternak (KTT) mengupayakan lapangan usaha bagi warga sekitar untuk mendukung perekonomian bagi negara. “Kegiatan pelatihan penggunaan Mesin Tetas Telur dengan sistem Conveyor menumbuhkan kreasi nilai tambah bagi kelompok tani ternak,” Imbuh Ir. Joni.

Sementara, Andi Priyanto (pembuat mesin tetas telur dengan sistem Conveyor) dari Surakarta Pihaknya mengungkapkan penggunaan Mesin Tetas Telur dengan sistem Conveyor keberhasilannya hampir 99%. (Ridho Utomo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *