SEJARAH DESA

Pengertian Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mencermati pengertian Desa sebagaimana diatur dalam PP 43 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dimaksud, maka secara yuridis Wilayah Klareyan dapat disebut Desa dan secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah.

Penamaan / Nomenklatur Desa Klareyan berdasarkan adat istiadat secara turun temurun kurang lebih sebagai berikut :

Bahwa pada abad ke 18 ( delapan belas ) wilayah Desa Klareyan pada waktu itu berupa hutan, yang hanya dihuni oleh beberapa orang,  Salah satunya ada yang berasal dari Blitar. Kemudian berdatangan orang – orang dari desa – desa sebelah timur hutan ini, Seperti orang dari Desa Wonokromo, Desa Klegen, Desa Kaso / Sarwodadi, Ketiga Desa ini masuk wilayah Kecamatan Comal, Ada juga orang yang datang dari Wonopringgo dan Rembun, Kedua Desa ini masuk wilayah Kabupaten Pekalongan. Kedatangan mereka ke hutan ini dengan tujuan melakukan penebangan hutan ( Jawa: babad alas, truka ), kemudian mengolahnya untuk dijadikan persawahan / perkebunan ( Palawija ). Karena lahan yang di olah tersebut sangat menjanjikan penghasilannya, membuat mereka menjadi betah di tempat ini dan enggan kembali ke tempat asalnya. Karena sekian lama tidak pulang maka keluarga, sanak dan familinya akhirnya menyusul ( Jawa : nglari ). Setelah keluarga dan sanak familinya berkumpul di wilayah ini akhirnya sepakat  memberi nama DESA KLAREYAN ( artinya Desa yang dilari / disusul ), dan sampai sekarang Nama Klareyan tetap dilestarikan. Namun secara formal Nama Klareyan belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang – undangan misalnya peraturan Desa Klareyan ataupun peraturan daerah Kabupaten Pemalang, walaupun demikian nama Desa Klareyan telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama Desa dari 20 desa di wilayah Kecamatan Petarukan dan  dari 211 desa yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang.

Desa Klareyan, sejak masih jaman penjajahan Belanda sampai sekarang sudah dipimpin oleh seorang Lurah / Bekel ( sekarang : Kepala Desa ). Adapun Kepala Desa yang telah memimpin Desa Klareyan adalah sebagai berikut :

  1. Afandi dari sebelum tahun 1936
  2. Marghubi 1936 – 1941 M
  3. Tasbin 1941 M
  4. Kasan 1941 – 1946 M
  5. Taryo 1946 – 1948 M
  6. Masdar 1948 – 1950 M
  7. Taryo 1950 – 1953 M
  8. Wono Yuswono HM 1953 – 1959 M
  9. Rais 1959 – 1960 M
  10. Dakman 1960 – 1966 M
  11. Sahadi 1966 – 1977 M
  12. Kasdullah 1977 – 1988 M
  13. Agus Prayitno BBA 1988 – 1998
  14. Agus Prayitno BBA 1998 – 2006
  15. Tarmani 1 Des  2006 – 1 Des  2012
  16. TARIYAN 1 Des 2012 – sampai sekarang

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 43 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diatur bahwa urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa mencakup 1) urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa; 2) urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa; 3) tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; dan 4) urusan pemerintahan lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa.